fashingnet.com-Jika saja tembakan indah Jesper Gronkjaer tidak mendarat indah di gawang Liverpool pada 11 Mei 2003 silam, niscaya Roman Abramovich tak akan pernah membeli Chelsea.
Itu adalah hari terakhir laga Premier League musim itu. Gol Gronkjaer memastikan Chelsea mendapatkan satu tempat di pentas Liga Champions. Kala itu Chelsea masih diarsiteki Claudio Ranieri. Kemenangan itu membuat Roman Abramovich tertarik dan memastikan mengangkut "karungan" Rubelnya untuk membeli Chelsea.
Sembilan tahun sudah berlalu, namun saat ini The Blues kembali lagi ke waktu itu. Waktu dimana mereka harus berjuang mati-matian masuk ke peringkat ke empat agar dapat tempat di Liga Champions.
Padahal, pengusaha asal Rusia yang punya impian membawa tropy Liga Champions itu sudah berinvestasi sebesar 2 miliar poundsterling atau jika di rupiahkan setara dengan Rp 58 triliun. Jumlah yang fantasitis. Uang sebanyak itu sama dengan 29 kali lipat APBD sebuah kota di Indonesia, contohnya Palembang yang ber APBD Rp 2 triliun. Bisa membiayai kota pempek itu selama 29 tahun, wah...wahh.. Jika dikarungkan, entah berapa ratus karung dibutuhkan untuk memuat uang sebanyak itu.
Chelsea dikabarkan sudah hampir menghabiskan duit itu hanya dalam kurun waktu delapan musim saja. Dilaporkan Thesun.co.uk, Chelsea sudah menghabiskan 642.584.000 poundsterling untuk belanja pemain dan 1,17 miliar poundsterling untuk menggaji mereka. Totalnya 1,8 miliar poundsterling. Jumlah yang fantastis, meski belum satu pun Piala Liga Champion pernah dipamerkan di Stamford Bridge selama kurun delapan tahun ini.
Masalah uang yang banyak habis ini semakin mengemuka di saat dipecatnya lagi manajer Chelsea oleh Rroman Abramovich. Roman sudah memecat tujuh pelatih dalam delapan tahun kepemilikannya. Korbannya yang terakhir adalah Andre Villas-Boas. Pelatih muda itu dipecat usai Chelsea kalah.
Terlepas dari banyaknya duit yang dikeluarkan. Sebenarnya prestasi Chelsea tidak buruk-buruk amat. Tiga gelar Liga Premier, tiga Piala FA, dua Piala Carling dan sempat masuk final Liga Champions.
Menurut mantan-mantan pelatih Chelsea, bagi The Blues --atau mungkin bagi si boss, yang paling penting adalah hasil. Chelsea mengagung-agungkan itu. Jadi jika seorang pelatih dinilai tak suksek-- mungkin belum-- mereka sudah keburu ditendang.
Sebenarnya uang Roman juga dihabiskan akibat ulahnya sendiri yang suka memecat pelatih. Chelsea sudah membayar lebih dari 66 juta poundsterling untuk memekerjakan dan memecat pelatih. Villas-Boas sendiri dipecat dan harus diberikan sekitar 11 juta pounsterling sebagai uang perpisahan.
Siapa lagi, kira-kira korban Roman berikutnya? Dan kemana lagi karung uang Roman pergi? (thesun.co.uk/berbagai sumber)
Jangan Lupa Di Like Ya Gan
Artikel Terkait: