fashingnet.com-Statistik antara kedua klub semifinalis Liga Champions, Bayern Muenchen dan Real Madrid, menunjukkan bahwa tim ibu kota Spanyol lebih unggul dari Jerman. Tapi itu di atas kertas. Kedua tim akan beradu kebolehan pada Rabu dini hari, 18 April 2012, untuk menunjukkan keunggulan sebenarnya.
Beginilah statistik tersebut:
Real Madrid dan Bayern Muenchen berada di papan atas daftar peraih Piala Liga Champions. Madrid di puncak daftar dengan sembilan kali juara dan Muenchen empat kali.
Madrid adalah tim yang paling sering tampil di semifinal, yakni 23 kali.
Dari sembilan kali pertemuan di kandang Muenchen, Madrid tak pernah menang. Hanya sekali seri.
Musim ini Madrid tak terkalahkan. Sedangkan Muenchen selalu menang dalam enam laga di Allianz Arena.
Di antara tim Spanyol, hanya Deportivo La Coruna yang bisa menang di kandang Muenchen, yakni 3-2 pada 2002/2003.
Ketika memperkuat Milan, Kaka punya pengalaman bagus menghadapi Muenchen: selalu mencetak gol, yakni pada musim 2005-2006 dan 2006-2007.
Madrid adalah tim yang menempatkan pencetak gol paling banyak, yakni tiga orang. Mereka adalah Cristiano Ronaldo (8 gol), Karim Benzema (7 gol), dan Jose Callejon (5 gol). Muenchen hanya Mario Gomez (11 gol).
Di daftar pencetak
assist terbanyak, pemain Madrid juga bercokol paling ramai, yakni Kaka (5), Benzema (5), dan Marcelo (4). Muenchen hanya Franck Ribery (5).
Di semifinal Piala Dunia 2006, yang diadakan di Allianz Arena, Cristiano Ronaldo tak mampu mencetak gol. Portugal kalah 0-1 dari Prancis.
Jupp Heynckes, pelatih Bayern, pernah mengantar Madrid menjadi juara Liga Champions pada musim 1997/1998. Namun, karena di La Liga Spanyol tim itu hanya finis keempat, ia kemudian didepak.
Jose Mourinho, pelatih Madrid, sebelumnya pernah mengantar Inter Milan memukul Bayern di final Liga Champions 2010 di Santiago Bernabeu. Pelatih asal Portugal itu juga memimpin Chelsea saat menyingkirkan Bayern pada perempat final musim 2004/2005.
Pemain sayap Bayern, Arjen Robben, pernah bermain 50 kali buat Madrid pada 2007-2009 dan menyumbangkan 11 gol. Ia akhirnya hengkang karena tak diinginkan Presiden Madrid, Florentino Perez.
Di kubu Madrid ada Hamit Altıntop, yang meninggalkan Bayern pada 2011 setelah empat tahun memperkuat klub Jerman itu. Pemain berdarah Turki tersebut sempat tampil 63 kali di Bundesliga dan mencetak tujuh gol.
Jangan Lupa Di Like Ya Gan
Artikel Terkait: