fashingnet.com- Pertandingan antara Arema Indonesia melawan Bontang FC di ajang Liga Primer Indonesia (LPI), akhirnya dibatalkan karena ada dua tim Arema yang sama-sama ngotot bermain. Dua tim Arema sama-sama datang ke Stadion Gajayana, Sabtu (11/2/2012).
Buntut pembatalan pertandingan, puluhan pedagang asongan menggelar unjuk rasa di depan rumah dinas Wali Kota Peni Suparto. Sore kemarin, Tri Wahyuni (40) berharap menangguk untung besar. Perempuan yang sehari hari berjualan jamu gendong ini, kemarin berjualan nasi di sekitar Stadion Gajayana, tempat pertandingan Arema LPI lawan Bontang FC bakal digelar.
Namun sekitar pukul 12.30 WIB tiba-tiba tersiar kabar laga itu digelar tanpa penonton. Tri yang telanjur membawa sekeranjang nasi bungkus ini panik. Ia hanya paham urusan perut. Begitu pedagang lain menginstruksikan meluruk rumah Wali Kota Peni Suparto di Jl Ijen No 2, ia manut saja.
Tri Wahyuni mengungkapkan, ia dan pedagang kecewa dengan sikap panitia pelaksana pertandingan itu. Tanpa adanya penonton yang memadati stadion milik Pemkot Malang tersebut, para pedagang pasti rugi.
Karena emosi, bersama puluhan pedagang lain yang tergabung di Paguyuban Asongan Kanjuruhan (Pusaka), Tri menghujani depan rumah Peni dengan nasi. Pedagang lain juga turut melempar keripik, es teh dalam plastik dan rempeyek. Nasi berbungkus mika berserakan memenuhi sisi luar pagar putih rumah Peni.
”Kami semua menghancurkan barang dagangan di sini! Tujuannya biar Wali Kota Malang tahu penderitaan warganya,” tukas Tri Wahyuni marah.
Seorang pedagang lainnya, Hasbullah, juga marah. Ia telanjur pinjam modal Rp 250.000 untuk kulakan kacang dan rokok. Biasanya ia bisa membawa pulang uang Rp 700.000. ”Saya tidak tahu bagaimana nanti mengembalikan uang pinjaman itu. Saya harap wali kota mau mengganti kerugian yang dialami pedagang,” tambah Hasbullah.
Peni Suparto mengaku heran atas aksi pedagang yang demo di rumah dinasnya. Bila pedagang tidak bisa berdagang karena alasan tidak ada penonton, ternyata banyak Aremania yang memadati Stadion Gajayana. Meski pendukung setia Arema ini tidak bisa masuk ke stadion milik Pemkot Malang tersebut, pedagang tetap bisa menjajakan dagangannya.
”Saya tidak mengerti apa hubungan antara demo itu dengan pertandingan Arema. Yang jelas, bukan saya yang melarang penonton masuk stadion,” tandas Peni.
http://www.tribunnews.com/2012/02/12/rumah-wali-kota-dihujani-nasi-akibat-kisruh-arema
Jangan Lupa Di Like Ya Gan
Judul : Rumah Wali Kota Malang Dihujani Nasi Akibat Kisruh Arema
Deskripsi : Artikel ini menginformasikan tentang Rumah Wali Kota Malang Dihujani Nasi Akibat Kisruh Arema secara lengkap dan detail.