 |
| Pengunjung melihat-lihat produk fashion sport piala Eropa 2012 di toko Nike, Senayan City, Jakarta, Kamis (7/6). Berbagai produk tersebut di jual dari Rp.90ribu hungga Rp.2juta. |
fashingnet.com-Semangat menyambut perhelatan akbar Piala Euro 2012 ternyata tidak terbatas di kafe atau lapangan bola saja. Di gereja Jakarta Praise Community Church (JPCC), Annex Building, Jakarta Pusat, semangat itu juga terlihat menjelang Khotbah Minggu, 10 Juni 2012.
Terlihat dari barisan
usher (pengurus gereja) JPCC yang bertugas sambil memakai seragam tim nasional peserta Piala Euro. Ketika
Tempo datang, kurang lebih 10
usher dari 25 yang bertugas mengenakan seragam tim nasional.
Seragam tim nasional yang dikenakan barisan
usher itu beragam. Ada yang memakai seragam tim nasional Jerman, Italia, Spanyol, Denmark, Belanda, dan sebagainya. Bahkan,
usher yang bertugas di
lift menuju ruangan ibadah JPCC di lantai 10 mengenakan pakaian tim nasional Indonesia.
Tara, salah seorang
usher yang ditemui
Tempo, misalnya. Perempuan berkacamata yang bertugas menyambut dan memandu jemaat ke ruang ibadah itu mengenakan pakaian tim nasional Spanyol.
Menurut Tara, ia mengenakan seragam tim yang dijuluki El Matador itu karena ia penggemar setianya. Selain itu, kata Tara, seragam itu ia kenakan sebagai persiapan pertandingan Spanyol versus Italia yang akan berlangsung nanti malam.
"Saya pakai kaus ini karena saya pendukung Spanyol. Selain itu, untuk menunjukkan kalau
usher JPCC juga semangat menyambut Piala Euro," ujar Tara yang memprediksi Spanyol menang 2-1 atas Italia.
Semangat serupa ditunjukkan oleh Willy.
Usher yang bertugas bersama Tara itu datang mengenakan seragam tim nasional Denmark. "Karena Denmark tadi malam menang satu nol atas Belanda maka saya pakai seragam Denmark. Saya juga suka desainnya," ujar Willy mengungkap alasannya mengenakan seragam bola berwarna merah itu.
Michael, yang sudah bertugas sebagai
usher di JPCC selama enam tahun, mengatakan bahwa majelis gereja yang sudah berdiri sejak 1999 tersebut tidak pernah melarang
usher-nya mengenakan seragam bola. Malah, kata Michael, mereka terus didukung untuk tampil beda di hari hari tertentu.
Sebagai contoh, kata Michael, di saat hari Kartini,
usher JPCC didukung oleh majelis gereja untuk mengenakan pakaian batik. Contoh lain, saat musim Piala AFC,
usher diperbolehkaan mengenakan seragam tim nasional Indonesia.
"Nah, khusus untuk Piala Euro, kami pakai seragam timnas favorit kami. Ini untuk menunjukkan bahwa JPCC juga semangat menyambut Piala Euro. Beberapa dari kami juga memang dasarnya maniak bola," ujar Michael sembil mengaku bahwa pemakaian seragam timnas itu sudah seperti tradisi saja.
Saat
Tempo menanyakan awal mula dari tradisi menggunakan seragam timnas di saat musim pertandingan bola itu, Michael tidak memberikan penjelasan terperinci. Namun, ia mengatakan, tradisi itu berawal dari inisiatif para
usher sendiri yang kebanyakan adalah anak muda yang ingin tampil bebas dan dinamis. "Kami ingin menunjukkan bahwa JPCC itu fleksibel dan tidak kaku. Terlebih lagi, banyak jemaat kami yang remaja."
Terakhir, Michael mengatakan bahwa jemaat juga diperbolehkan datang mengenakan seragam timnas favoritnya. Hal itu, kata Michael, tidak dilarang. "Namun, biasanya baru ramai-ramai pakai seragam timnas favorit pas final saja. Kalau sekarang belum banyak," ujar Michael menjelaskan.
Di GPIB Ora et Labora, BSD-Serpong, terlihat juga pedagang yang berjualan
jersey tim nasional sejumlah peserta Piala Euro seharga Rp 80 ribu.
Jersey itu dijajakan usai kebaktian selesai di luar ruangan ibadah.
http://pialaeropa.tempo.co/konten-berita/euro2012_selebrasi/2012/06/10/409603/Ada-Seragam-Bola-di-Tengah-Jemaat-Gereja
Jangan Lupa Di Like Ya Gan