 |
Planet Venus terlihat seperti titik hitam di permukaan matahari saat terjadi fenomena transit venus terlihat di Madiun, Jatim, Rabu (6/6). ANTARA/Fikri Yusuf |
fashingnet.com-Ketika Venus menyinggahi Matahari pada 5-6 Juni 2012, satu armada teleskop, baik yang berbasis di bumi maupun di antariksa, difokuskan untuk mencari Kubah Venus, yaitu lengkungan kecil pada cincin api planet itu. Hingga transit Venus pada 2004 lalu, para ilmuwan tidak mengetahui adanya kubah tersebut.
“Saya sampai ternganga keheranan ketika saya pertama kali melihatnya pada transit 2004,” kata Jay Pasachoff, dosen astronomi Williams College di Williamstown, Massachusetts, Amerika Serikat. “Sebuah lingkaran tepi yang berkilau, cemerlang tampak di sekeliling tepi Venus beberapa saat setelah planet itu bergerak ke depan matahari.”
Selama sesaat, planet itu berubah menjadi sebuah “cincin api.”
Para ilmuwan kini memahami apa yang sesungguhnya terjadi. Diterangi oleh cahaya matahari di belakangnya, atmosfer Venus membiaskan cahaya matahari yang menembus lapisan udara di atas puncak awan planet itu. Pembiasan itu menciptakan sebuah kubah cahaya yang terlihat di belakang teleskop dan wahana antariksa.
Dari lengkungan kecil itu ternyata para ilmuwan dapat mempelajari banyak hal tentang planet tersebut. Bahkan pengamatan itu menyingkap beberapa misteri terdalam Sang Dewi Cinta.
Kubah Venus pertama kali tertangkap kamera pada 2004 oleh Riccardo Robitschek dan Giovanni Maria Caglieris di Milan, Italia. “Kami tidak mengerti mengapa atmosfer planet tetangga kita itu berkembang amat berbeda dengan atmosfer bumi,” kata Thomas Widemann, pakar planet dari Observatoire de Paris.
Bumi dan Venus memiliki jarak yang hampir sama dari matahari. Kedua planet bertetangga ini juga terbuat dari material dasar serupa, serta bisa dibilang kembaran dari sisi ukuran. Namun dua planet ini terbungkus selimut udara yang sangat berbeda.
Atmosfer Venus hampir 100 kali lipat lebih besar daripada di bumi dan sebagian besar terdiri dari CO2, gas rumah kaca yang meningkatkan temperatur permukaan hingga hampir 490 derajat Celsius. Awan asam sulfur membumbung setinggi 22,5 kilometer dan bergerak mengelilingi planet dengan kecepatan 354km/jam. Bila ada manusia yang memasuki lingkungan “neraka” itu, dia pasti akan langsung tercekik, hancur, mengering bahkan terbakar.
Ilmuwan tak mengetahui mengapa Venus berkembang menjadi planet yang “mematikan” seperti itu. “Perangkat dan simulasi kita tidak dapat sepenuhnya menjelaskan Venus, itu berarti kita juga tak punya alat untuk memahami planet kita sendiri,” ujar Widemann. “Memperhatikan Venus berarti memperhatikan planet kita sendiri.”
Caring about Venus is caring about ourselves."
Satu di antara misteri Venus adalah superrotasinya. Atmosfernyamengelilingi planet itu hanya dalam empat hari Bumi, jauh lebih cepat daripada periode putaran Venus sebanyak 243 hari. “Dinamika superrotasi ini masih teka-teki meski sudah ada segunung data dari berbagai misi, seperti Pioneer Venus dan Maggelan dari badan antariksa Amerika (NASA), Venera dari Rusia dan misi VEGA, serta Venus Express dari badan antariksa Eropa (ESA)."

Jangan Lupa Di Like Ya Gan
Judul : Kubah Misterius Venus
Deskripsi : Artikel ini menginformasikan tentang Kubah Misterius Venus secara lengkap dan detail.